Logo

PKL di The Magazine: Belajar Analisis Data Penjualan dan Quality Control di Dunia Online Shop

Published on: 20 Jan 2026

Praktik Kerja Lapangan

Hari pertama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di The Magazine, penulis merasakan antusiasme sekaligus rasa gugup. Sebagai mahasiswa Matematika, pengalaman terjun langsung ke dunia usaha online menjadi kesempatan berharga untuk memahami bagaimana data digunakan dalam kegiatan bisnis sehari-hari. The Magazine merupakan online shop yang bergerak di bidang penjualan fashion, dengan metode penjualan melalui live streaming, Shopee, dan WhatsApp.

 

Pada awal pelaksanaan PKL, penulis diperkenalkan dengan alur kerja operasional toko, mulai dari proses promosi produk, penjualan, hingga quality control (QC). Penulis ditempatkan pada bagian live streaming, admin penjualan, dan QC produk. Dari pengenalan ini, penulis mulai memahami bahwa setiap bagian saling berkaitan dan memerlukan pencatatan data yang rapi agar operasional berjalan dengan baik.

Salah satu kegiatan utama selama PKL adalah keterlibatan dalam proses quality control (QC) produk. Penulis membantu melakukan pengecekan kualitas barang sebelum dijual atau dikirim kepada konsumen. Pemeriksaan dilakukan secara teliti, meliputi kondisi jahitan, kebersihan produk, kesesuaian ukuran, kelengkapan label, serta kemungkinan adanya cacat seperti noda, bolong, atau bagian yang tidak rapi. Setiap hasil pemeriksaan dicatat ke dalam tabel QC untuk memudahkan rekapitulasi dan analisis.

Dari kegiatan QC ini, penulis belajar bahwa kualitas produk sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pelanggan. Produk yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan komplain dan berdampak pada citra toko. Oleh karena itu, data hasil QC tidak hanya berfungsi sebagai catatan, tetapi juga sebagai bahan evaluasi untuk menentukan tindakan selanjutnya, seperti pemisahan produk cacat atau pengembalian ke supplier.

Selain QC, penulis juga terlibat dalam pengelolaan dan analisis data penjualan. Data penjualan dicatat berdasarkan tanggal, nama produk, jumlah terjual, harga satuan, total penjualan, serta metode penjualan yang digunakan, yaitu Shopee dan WhatsApp. Seluruh data tersebut diolah menggunakan Microsoft Excel untuk menghasilkan tabel rekap dan grafik penjualan. Dari sini, penulis mulai menerapkan kemampuan analisis data yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam konteks bisnis.

 Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan pola penjualan antara Shopee dan WhatsApp. Penjualan melalui WhatsApp cenderung lebih stabil karena adanya pelanggan tetap, sedangkan Shopee memberikan lonjakan penjualan pada periode tertentu, seperti saat promo atau kampanye. Analisis ini membantu pemilik usaha dalam menentukan strategi penjualan yang lebih efektif ke depannya.

Analisis Trend Live Streaming

 Kegiatan lain yang tidak kalah penting selama PKL adalah mengikuti dan menganalisis kegiatan live streaming penjualan. Penulis membantu persiapan live streaming, mulai dari menata produk, menyiapkan pencahayaan, hingga memastikan tampilan produk terlihat menarik di kamera. Selama live streaming berlangsung, penulis mengamati interaksi antara host dan penonton, jumlah penonton aktif, durasi menonton, serta respons penonton terhadap produk yang ditawarkan.

 Setelah live streaming selesai, penulis membantu mencatat dan menganalisis data hasil live, seperti jumlah penonton, durasi live, dan jumlah produk yang terjual. Meskipun tidak selalu menghasilkan penjualan, data live streaming tetap menjadi bahan evaluasi penting untuk menentukan waktu tayang yang efektif dan strategi promosi yang lebih menarik. Dari kegiatan ini, penulis belajar bahwa keberhasilan live streaming tidak hanya ditentukan oleh jumlah penonton, tetapi juga oleh cara penyampaian, konsistensi, dan penawaran yang diberikan.

 Selama pelaksanaan PKL, penulis juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah fluktuasi penjualan harian yang dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti waktu promosi, jenis produk, dan minat pasar. Selain itu, masih ditemukannya produk cacat dalam proses QC menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas. Namun, dari tantangan tersebut, penulis belajar pentingnya evaluasi berbasis data dan ketelitian dalam bekerja.

 Pengalaman PKL di The Magazine memberikan banyak manfaat bagi penulis, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Penulis tidak hanya belajar tentang proses penjualan online dan quality control, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan komunikasi dan kerja sama tim. Selain itu, kemampuan analisis data yang dimiliki sebagai mahasiswa Matematika dapat diaplikasikan secara nyata untuk membantu pengambilan keputusan dalam bisnis.

 Menjelang akhir masa PKL, penulis menyadari bahwa dunia kerja menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi. Setiap hari selalu ada hal baru yang perlu dipelajari, baik terkait produk, sistem penjualan, maupun perilaku konsumen. Pengalaman ini membuka wawasan penulis bahwa data memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan sebuah usaha, terutama dalam era digital seperti saat ini.

 Sebagai penutup, Praktik Kerja Lapangan di The Magazine menjadi pengalaman yang sangat berharga dan bermakna. Penulis merasa bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di dunia bisnis online dan menerapkan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan. Pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membentuk sikap profesional yang akan sangat berguna di masa depan. PKL ini menjadi langkah awal bagi penulis untuk lebih siap menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studi.

Berita Relative