PKL Di PT. Berkat Anugrah Plasindo Pratama: Langkah Awal Menuju Dunia Kerja
Published on: 20 Jan 2026

Praktik Kerja Lapangan
Hari pertama
pelaksanaan PKL di PT Berkat Anugrah Plasindo Pratama menjadi pengalaman awal
yang berkesan bagi penulis. Sebagai mahasiswa yang baru memasuki dunia kerja,
penulis merasakan perpaduan antara rasa antusias dan gugup ketika mulai
mengenal lingkungan industri manufaktur. PT Berkat Anugrah Plasindo Pratama
merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi kantong plastik, antara
lain kantong plastik kresek HD, kantong plastik kresek PP, polybag PDB, serta
kantong plastik PE.
Pada hari pertama PKL, penulis bersama peserta PKL lainnya mengikuti kegiatan orientasi yang dipandu oleh pihak HRD. Kegiatan tersebut meliputi pengenalan profil perusahaan, struktur organisasi, serta peraturan dan tata tertib kerja yang berlaku. Setelah itu, penulis diperkenalkan dengan lingkungan kerja dan para karyawan di setiap bagian produksi. Melalui penjelasan yang diberikan, penulis memperoleh gambaran umum mengenai alur proses produksi kantong plastik, mulai dari pengolahan bahan baku hingga menjadi produk siap pakai. Dari pengalaman ini, penulis mulai memahami bahwa ketelitian, kedisiplinan, dan kerja sama antarbagian sangat diperlukan untuk menjaga kualitas produk dan kelancaran operasional perusahaan.

Pada awal
pelaksanaan kegiatan PKL, tugas pertama yang diberikan kepada penulis adalah
membantu karyawan dalam proses pemekingan produksi plastik kresek HD. Kegiatan
ini dilakukan sebagai bagian dari proses akhir sebelum produk siap untuk
disimpan atau didistribusikan. Dalam pelaksanaan tugas tersebut, penulis
terlibat langsung dalam membantu menata, menghitung, dan mengemas plastik
kresek HD sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Melalui kegiatan
ini, penulis diberikan kesempatan untuk mempelajari secara langsung cara
pemekingan produksi plastik kresek HD yang benar dan baik, mulai dari
memastikan jumlah produk dalam setiap kemasan, kerapian susunan plastik, hingga
penggunaan alat dan bahan pengemasan yang sesuai. Selain itu, penulis juga
mendapatkan arahan dari karyawan terkait pentingnya ketelitian dan
kehati-hatian dalam proses pemekingan agar kualitas produk tetap terjaga dan
tidak mengalami kerusakan. Pengalaman tersebut memberikan pengetahuan baru bagi
penulis mengenai tahapan kerja di bagian produksi serta menambah pemahaman
tentang pentingnya kualitas dalam setiap proses kerja di industri plastik.
Setelah beberapa
minggu menjalani kegiatan PKL, penulis mulai diberikan kepercayaan untuk
terlibat secara langsung dalam berbagai proses produksi dan pengemasan di
setiap divisi produksi yang ada di PT Berkat Anugrah Plasindo Pratama.
Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman yang lebih mendalam mengenai alur
kerja industri plastik, mulai dari tahap awal hingga tahap akhir produksi.
Dalam kegiatan
tersebut, penulis mempelajari proses pencampuran bahan baku sesuai dengan
komposisi yang telah ditentukan, serta memahami tahapan pengolahan bahan baku
menjadi lembaran plastik melalui mesin produksi. Selain itu, penulis juga
diperkenalkan dengan bagian pemotongan dan pencetakan plastik, di mana produk
dibentuk sesuai ukuran dan jenis yang diinginkan. Tidak hanya itu, penulis
turut membantu pada tahap pemekingan produk, serta pengebalan produksi sebagai
tahap akhir sebelum produk dinyatakan siap untuk disimpan atau dikirim. Melalui
keterlibatan di setiap tahapan tersebut, penulis memperoleh pengetahuan dan
pengalaman baru mengenai proses produksi plastik secara menyeluruh, serta
memahami pentingnya kerja sama dan ketelitian dalam setiap divisi untuk
menghasilkan produk yang berkualitas.
Pengalaman
berinteraksi dengan berbagai tim kerja di PT Berkat Anugrah Plasindo Pratama
merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi penulis selama menjalani
kegiatan PKL. Melalui interaksi tersebut, penulis dapat mempelajari secara
langsung bagaimana cara bekerja sama yang baik dalam lingkungan kerja, memahami
peran masing-masing individu, serta pentingnya koordinasi antarbagian dalam
menunjang kelancaran proses produksi.
Selain itu, penulis juga belajar mengenai cara berkomunikasi yang efektif dan sopan, baik kepada atasan maupun sesama rekan kerja. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, penulis dibiasakan untuk menyampaikan informasi dengan jelas, mendengarkan arahan dengan baik, serta bertanya apabila terdapat hal yang belum dipahami. Sikap saling membantu dan peduli antarpegawai juga sangat terasa, di mana setiap karyawan bersedia memberikan bimbingan dan dukungan kepada penulis selama proses belajar di lapangan. Pengalaman ini tidak hanya menambah pengetahuan penulis mengenai dunia industri, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan bersosialisasi yang akan menjadi bekal penting bagi penulis di masa depan.




