Logika yang bekerja data yang berbicara : Pengalaman Praktik Kerja Lapangan serta penerapan olah data pada bagian Administrasi Produksi di PT Central Proteina Prima
Published on: 5 Mei 2026

Praktik Kerja Lapangan
Di
awal semester, penulis sering mendengar keluhan dan pertanyaan, "Kalau
lulusan Matematika mau kerja di mana?" Pertanyaan itu sangat sering
penulis temui. Banyak orang membayangkan matematika hanya sebagai pelajaran
hitung-hitungan di papan tulis dengan angka yang abstrak. Padahal, matematika
adalah cara berpikir. Dan cara berpikir itu, penulis temukan wujudnya selama 30
hari Praktik Kerja Lapangandi PT Central Proteina Prima, sebuah perusahaan yang
bergerak di bidang akuakultur, olahan makanan beku, dan produksi pakan hewan.
Kegiatan Praktik Kerja Lapangan ini
berlangsung dari tanggal 5 Januari hingga 4 Februari 2026. Penulis ditempatkan
di divisi Sistem Administrasi Produksi. Artikel ini adalah catatan perjalanan
penulis dari hari pertama hingga hari terakhir, tentang bagaimana logika dan
ketelitian yang diasah di bangku kuliah ternyata sangat dibutuhkan di dunia
industri.
1.
Hari Pertama hingga Minggu Pertama
Di hari
pertama, penulis datang lebih awal dan langsung diperkenalkan dengan
tugas-tugas administrasi. Pekerjaan yang paling sering dilakukan adalah
memasukkan data produksi harian ke dalam sistem SAP. Penulis mencatat jumlah
produksi pakan udang, probiotik, benur, dan hasil olahan lainnya. Selain itu,
penulis juga membuat faktur transfer produk dari produksi ke gudang serta
menyalin jadwal produksi ke dalam template Excel. Kesalahan kecil sempat
terjadi, seperti salah mengetik angka berat produk. Untungnya segera
diperbaiki. Dari situlah penulis belajar bahwa dalam matematika maupun
administrasi, ketelitian adalah segalanya.
2.
Minggu ke Dua
Memasuki
minggu kedua, penulis mulai mendapatkan tugas yang lebih beragam. Setiap pagi,
penulis mencatat produksi probiotik per shift. Penulis juga mulai mencatat
pemakaian bahan baku harian. Tugas ini mengajarkan penulis untuk tidak hanya
fokus pada hasil produksi, tetapi juga pada apa yang dikonsumsi selama proses
produksi berlangsung.
Selain itu, penulis diminta mengisi surat
jalan untuk pengiriman pakan udang ke tambak internal. Surat jalan ini sangat
penting karena menjadi dokumen pengantar sekaligus bukti bahwa barang telah
dikirim. Penulis juga membuat tanda terima untuk bahan baku yang baru datang
dari supplier, seperti karung dan kemasan vakum. Setiap tanda terima harus
dicek kesesuaiannya dengan barang fisik dan dokumen purchase order. Di minggu
ini, penulis mulai merasakan bahwa pekerjaan administrasi tidak pernah sepi.
Setiap hari selalu ada dokumen baru yang harus dibuat, dicatat, atau
diarsipkan.
3.
Minggu ke Tiga
Memasuki
minggu ketiga, tingkat kesulitan tugas mulai meningkat. Penulis mulai melakukan
rekonsiliasi stok bahan baku mingguan. Pekerjaan ini menuntut penulis untuk
mencocokkan stok fisik yang ada di gudang dengan data yang tercatat di sistem
SAP. Selisih antara keduanya sering ditemukan, biasanya karena pergerakan
barang yang belum sempat diinput atau kesalahan pencatatan di hari-hari
sebelumnya. Penulis harus menelusuri satu per satu dokumen transaksi untuk
mencari penyebab selisih tersebut. Di sinilah logika matematika benar-benar
diuji. Kebiasaan berpikir runtut dan memeriksa ulang ternyata sangat membantu.
Penulis juga belajar untuk tidak terburu-buru dan tetap sabar ketika menemukan
data yang tidak cocok.
Selain rekonsiliasi, penulis juga mulai
mengumpulkan dan mengurutkan Surat Perintah Kerja berdasarkan tanggal, serta
memeriksa kelengkapan dokumen sebelum barang diterima di gudang. Pekerjaan ini
memperkuat pemahaman penulis tentang pentingnya urutan dan sistematika dalam
administrasi.
4.
Minggu ke Empat
Minggu
terakhir Praktik Kerja Lapangan, penulis fokus pada penyusunan laporan akhir
periode. Penulis merekap total produksi selama bulan Januari, mulai dari pakan,
probiotik, benur, hingga hasil olahan food processing. Penulis juga membuat
rekap pemakaian bahan baku serta membandingkannya dengan standar bill of
material yang telah ditentukan.
Tugas yang paling membutuhkan konsentrasi
adalah membuat rekap produk yang tidak lolos quality control. Penulis harus
mengelompokkan data berdasarkan jenis produk, jumlah, serta alasan
kegagalannya. Semua data kemudian dirangkum dalam bentuk laporan sederhana
menggunakan Excel.
Di akhir minggu, penulis mengikuti rapat
evaluasi akhir bulan. Penulis bertugas mencatat jalannya rapat, poin-poin
pembahasan, serta rekomendasi perbaikan yang disepakati. Setelah rapat selesai,
penulis membersihkan meja kerja, mengembalikan semua dokumen ke tempatnya, dan
berpamitan. Tiga puluh hari terasa singkat, tetapi penuh pelajaran.
Yang
dipelajari selama Praktik Kerja Lapangan:
Selama
Praktik Kerja Lapangan, penulis tidak menggunakan rumus-rumus rumit. Tidak ada
integral, tidak ada turunan, tidak ada analisis real, dsb. Namun penulis
menggunakan hal yang paling mendasar dari matematika, yaitu logika, ketelitian,
dan kemampuan berpikir sistematis. Kemampuan melihat keanehan dalam data,
menelusuri kesalahan, dan menyusun laporan secara terstruktur ternyata sangat
dibutuhkan di dunia kerja. Penulis juga belajar bahwa menjadi teliti tidak
berarti lambat. Justru dengan terbiasa memeriksa ulang, pekerjaan menjadi lebih
efisien karena tidak perlu mengulang dari awal.
Pengalaman Praktik Kerja Lapangan ini
juga meyakinkan penulis bahwa lulusan Matematika memiliki tempat yang baik di
berbagai bidang industri. Bukan karena pandai berhitung, tetapi karena terbiasa
berpikir jernih, logis, dan bertanggung jawab terhadap setiap data yang
dihasilkan. Semoga catatan ini bermanfaat bagi teman-teman mahasiswa Matematika
bahwa ilmu yang kita pelajari setiap hari sangatlah hidup dan berguna.
Dicky Dharmawan Hidayat/231011000005




