Implementasi Operasional Teller dalam Pelaksanaan Transaksi Harian di BCA
Published on: 18 Jan 2026

Praktik Kerja Lapangan
Hari pertama Praktik Kerja Lapangan PKL
di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), penulis merasa penuh dengan rasa antusias
dan kecemasan. Sebagai mahasiswa yang baru saja memulai perjalanan di dunia
perbankan, penulis dihadapkan pada tantangan baru seperti memahami bagaimana
sistem operasional teller berjalan di salah satu bank terbesar di Indonesia.
BCA dikenal sebagai bank yang memiliki standar pelayanan tinggi serta sistem
keuangan yang terintegrasi dan terstruktur dengan baik. Dalam kegiatan PKL ini,
penulis ditempatkan pada bagian Teller yang berperan langsung dalam melayani
transaksi keuangan nasabah.
Di hari pertama PKL, penulis bersama peserta PKL lainnya mengikuti kegiatan orientasi dan perkenalan diri dengan pihak pembimbing serta staf terkait. Setelah itu, penulis disambut dengan baik oleh tim teller dan seluruh staf di unit kerja tersebut yang kemudian memperkenalkan diri serta memberikan gambaran umum mengenai tugas dan tanggung jawab teller. Salah satu hal yang membuat penulis terkesan adalah pentingnya ketelitian, kecepatan, dan sikap profesional dalam setiap transaksi. Dari sinilah penulis mulai memahami peran strategis teller dalam menjaga kepercayaan nasabah terhadap bank.
Gambar 1 : Pelayanan Nasabah
Tugas
pertama penulis adalah mempelajari dan membantu proses operasional transaksi
teller, seperti setoran tunai, penarikan tunai, serta pemindahbukuan. Sebagai
peserta PKL, penulis diberikan kesempatan untuk memahami alur transaksi sesuai
dengan standar operasional prosedur yang berlaku di BCA. Tugas ini membutuhkan
ketelitian yang tinggi karena setiap kesalahan dapat berdampak pada
ketidaksesuaian data dan selisih kas. Penulis belajar bagaimana prosedur
verifikasi data nasabah dan pengecekan keaslian uang dilakukan secara
sistematis.
Setelah
beberapa minggu menjalani PKL, penulis mulai terlibat dalam kegiatan
pengelolaan administrasi teller. Di BCA, pengelolaan administrasi merupakan
bagian penting dalam menjaga akurasi dan keamanan transaksi keuangan. Penulis
belajar mengenai proses pengarsipan bukti transaksi, pencocokan data transaksi
harian, serta proses balancing kas di akhir hari. Tugas penulis selama PKL
meliputi membantu pengecekan kelengkapan dokumen dan memastikan data transaksi
tercatat dengan benar di sistem.
Tidak
hanya itu, penulis juga diperkenalkan pada proses pelayanan langsung kepada
nasabah. Penulis membantu memberikan informasi dasar terkait layanan perbankan
serta mengamati cara teller menangani berbagai kebutuhan nasabah. Penulis juga
terlibat dalam membantu kelancaran antrean transaksi dan mendukung teller dalam
situasi nasabah yang ramai. Tugas ini mengajarkan penulis bahwa pelayanan yang
cepat, ramah, dan tepat sangat berpengaruh terhadap kepuasan nasabah
Pengalaman
berinteraksi dengan berbagai pihak di lingkungan kerja BCA menjadi pengalaman
yang sangat berharga bagi penulis. Penulis belajar bahwa pekerjaan teller tidak
hanya berkaitan dengan transaksi keuangan, tetapi juga menuntut kemampuan
komunikasi dan kerja sama tim yang baik. Teller harus mampu berkoordinasi
dengan customer service dan bagian lain agar pelayanan kepada nasabah berjalan
dengan lancar.
Setiap hari
penulis semakin memahami bagaimana operasional perbankan berjalan di balik meja
teller dan mulai menyadari tantangan yang dihadapi, seperti tingginya volume
transaksi dan tuntutan ketepatan waktu. Dalam kondisi tersebut, ketenangan,
kedisiplinan, dan kemampuan mengelola tekanan menjadi hal yang sangat penting.
Penulis melihat langsung bagaimana teller tetap menjaga profesionalisme
meskipun berada dalam situasi kerja yang padat.
Pada suatu
kesempatan, penulis membantu proses evaluasi alur kerja teller untuk memastikan
transaksi berjalan sesuai prosedur. Dari kegiatan tersebut, penulis memperoleh
pemahaman mengenai pentingnya pengendalian internal dalam dunia perbankan.
Meskipun hanya sebagai peserta PKL, penulis merasa diberi kesempatan untuk
belajar dan berkontribusi secara langsung.
Selama PKL,
penulis juga belajar berinteraksi dengan nasabah dari berbagai latar belakang.
Penulis mengamati bagaimana teller menjaga sikap sopan, ramah, dan profesional
dalam setiap kondisi. Pengalaman ini memberikan pembelajaran tentang pentingnya
menjaga citra bank melalui kualitas pelayanan yang konsisten.
Menjelang akhir masa PKL, penulis mulai memahami keseluruhan peran teller dalam mendukung kelancaran operasional bank. Penulis menyadari bahwa pekerjaan teller menuntut tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan kepercayaan nasabah dan keamanan dana.
Gambar 2 : Penulis bersama rekan kerja di BCA
Penulis merasa sangat berterima kasih kepada pembimbing dan seluruh
staf BCA yang telah memberikan arahan dan bimbingan selama kegiatan PKL
berlangsung. Mereka tidak hanya mengajarkan aspek teknis operasional teller,
tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, ketelitian, dan etika kerja
yang baik.
Meskipun berstatus sebagai peserta PKL, penulis merasa dihargai dan
diberi kesempatan untuk belajar secara langsung di lingkungan kerja perbankan.
Pengalaman ini memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai dunia perbankan
serta pentingnya peran teller dalam menunjang kegiatan operasional bank secara
keseluruhan.
Ketika masa PKL berakhir, penulis merasa lebih siap untuk menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. PKL di BCA memberikan banyak pelajaran berharga, tidak hanya tentang operasional teller, tetapi juga tentang tanggung jawab, profesionalisme, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi penulis untuk melangkah ke jenjang karier profesional di masa depan.




